Judul :
Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit :
PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2007
Jumlah Halaman : 292 Halaman
Jenis Buku : -
Sinopsis :
Hari yang
mencekam menyelimuti arai, jimbron, invalid dengan disela petir terdengar
dengan jelas suara pantopel yang semakin mendekat hanya terhalang jarak dan
papan lagi suara pantopel itu mendekat.
Yang lebih parah lagi invalid dia muntah-muntah.
Ari menerawang dari sela-sela celah menyimpan ikan.
Yang lebih parah lagi invalid dia muntah-muntah.
Ari menerawang dari sela-sela celah menyimpan ikan.
Mereka
mengendap-endap manjauhi suara sepatu tersebut pada saat arai menengok 20 meter
kebelakang terlihat di teronggok reyot dipabrik cincau, dan daun-daun cinta
berhamburan, lalu menyelinap melompati para-para alung dan membaur diantara
pembeli diantara pembeli tahu.
Aku melirik kejam, pengen rasanya aku mencongkel matanya kata si
Arai.
Arai
selalu megeluarkan gejala yang bisa menandakan kalau dia sedang ketakutan
tubuhnya menggigil, giginya gemeletuk dan nafasnya mengendus satu-satu.
Selain
itu pak Mustar menyandang semua julukan seram yang berhubungan dengan tata cara
lama yang keras dalam penegakan disiplin. Selain guru biologi dia juga
darwinian tulen karena itu dia sama sekali tidak toleran.
Lebih
dari gelar B.A itu adalah perguruan traditional silat yang ditakuti, dengan
kebiasannya menjilat telunjuknya dan menggosok telunjuk itu ke embel-embel
namanya yang bertengger didadanya. Nafas Arai tertahan ketika pak mustar
membalikan tubuhnya.
Pak Mustar adalah seorang yang penting banget sebenarnya dengan
kerja kerasnya pak mustar bisa mendirikan sekolah SMA dibelitong kemudian pak
Mustarlah yang telah menyelamatkan keterpurukan yang hampir melanda belitong.
Sebelum pak Mustar mendirikan sekolah itu Arai, Ical harus
menempuh jarak 120 km jauhnya untuk ke sekolah, dan memang benar SMA itu bukan
SMA yang biasa, SMA itu adalah SMA yang terfaforit disana,
Pak Mustar adalah sosok yang baik, sopan, santun dan memadu dengan
masyarakat banyak. Tapi lain hal dengan sekarang pak Mustar menjadi manusia
jelmaan robot yang keras bila dikatakan manusia bertangan besi setelah dia tau
anaknya yang justru tidak diterima di sekolah SMA yang dia bangun itu, padahal
dengan kerja kerasnya pak Mustar meembangun sekolah itu.
Pak Mustar tidak dapat lagi membanggakan sekolah dan tidak dapat
lagi membanggakan anaknya, semua anakpun senang karena mereka diterima kecuali
anak pak Mustar. Dia tidak diterima karena NEM ujian nasionalnya kurang dari
0,25 dari batas minimal untuk nilai NEM yang bisa diterima adalah 42, sedangkan
anak pak mustar Cuma 41,75.
Setelah empat puluh tahun akhirnya bumi pertiwi belitong timur
negeri yang kaya akan timah itu memiliki SMA Negeri, maka dan itu orang melayu,
tionghoa, sawang dan pulau berkerudung ingin menghirup candu ilmu di SMA itu.
Drs. Julian Ichsan balia adalah seorang kepala sekolah dimana
tempat arai, ical sekolah.
Ada yang menyumbangkan kapur tulis, papan tulis, jam dinding,
pagar, bahkan masih ada salah satu anak yang NEM nya 28 tap dia tidak tau
ibukota provinsinya sendiri sumsel mendapat kursi di SMA itu.
Arai adalah lelaki pada biasanya dia bertengkar dengan tukang
parkir sepeda hanya gara-gara uang dua ratus perak.
Arai adalah anak yatim karena waktu Arai berumur 7 atau saat kelas
satu SD, ibu Arai meninggal dunia karena melahirkan anak yang kedua, tapi bukan
kebahagiaan malah anak dan ibunya meninggal, ternyata kesedihan belum mau
beranjak dan hidup Arai menginjak kelas tiga SD Arai harus lagi mengeluarkan air
mata karena harus ditinggalkan sang ayah yang sangat ia cintai.
Bagaimana
tidak semenjak ibunya melahirkan dan langsung meninggal arai hanya hidup dengan
ayahnya, kini arai harus merasa kehilangan dua orang yang dicintainya sekaligus
ayah dan ibunya.
Dalam
perjalanan kerumah ikal, ikal tidak banyak bicara karena pilu kepada arai,
sesampai dirumah ikal arai menangis dan dibasuh nya airmata dengan tangan
bajunya yang dekil dan kumel ayah ikal mencuri-curi pandang kepada kepada arai
dan ikal, sebari duduk diatas kopra.
Tak lama
kemudian arai mengeluarkan suatu benda yang belum pernah ikal lihat sebelumnya,
bahkan asing banget .
Benda itu
menyerupai helikopter dan benda itu sangatlah sederhana karena itu adalah benda
permainan anak kampung.
Setiap sehabis maghrib ikal selalu mengajak arai membaca kitab
suci al-quran dibawah lampu minyak tanah yang kurang terang.
Jika ikal
sedang mengaji arai malah turun dari tangga rumah untuk berlari menembus kebun
ilalang menuju lapangan diujung kampung ditempat rumah ikal.
Waktu itu
matahari yang menyinari rumahku begitu gerah, dan kebun kelapa sawit yang
seakan membelah sinar matahari sambil duduk diatas talang arai dan ikal
memainkan mainan traditional yang terbuat dari kaleng susu bendera dan kaleng
botan. Arai diatas talang sedangkan ikal di kandang ayam. Dan mereka bertemu
dengan ibu-ibu yang berbadan gemuk, yang itu adalah cek maryam yang
meminta-minta beras dengan karung butut dan kedua anaknya meminta belas kasihan
kepada ibunya ikal. Dengan rasa kasihan.
Waktu itu masih pagi dimana tempat foto copy “Kang Emod” masih
tutup itu adalah tempat kami bekerja. Dengan mengumpulkan
bahan US arai tidak mengerti, terigu, minyak dan tidak lama kemudian
ibu mertua deborah menampar-namparkan piring ketempat makanan kucing, mereka
hanya diam dan bersifat sabar mendengar semua yang di lakukan mertua deborah.
Air mata mak cikpun jatuh, seakan terlahir untuk susah, lalu mak
cik menatap anak perempuanya yang namanya Nurmi. Nurmi adalah anak kelas dua
SMP, dia kelihatan kurus kering dan kurang gizi. Ia terlihat batinya sangat
tertekan nurmi sambil memegang erat biola kesayanganya.
Dia
dikasih bakat dari kakeknya dikampung.
Keluarga ikal miskin tapi keluarga mak cik lebih miskin daripada
keluarga ikal.
Ikal dan arai ngefens banget pada A. Put.Peraturan terbaru terjadi
pada adat dimana A.Put tinggal dengan sesuatu yang terjadi, misalkan banyak
yang terjadi banyak kelahiran maka seorang paraji akan menjadi ketua adat dan
jika para buaya yang mulai tak bersahabat dengan masyarakat sekitar maka pawang
buayalah yang akan menjadi ketua adat begitu dan begitu seterusnya.
Dan
aktifitas yang dilakukan oleh arai, jimran dan ikal setiap pagi adalah berbekal
bambu, mereka mencari hewan laut yang bisa dimakan.
Pada suatu malam, ikal, arai dan jimran nonton TV dibalai desa dan
menyaksikan tayangan berita tentang mujahidin, dengan semua itu mereka taulah.
Ibu arai
tidak bisa menulis dengan benar tetapi dia bisa menulis dengan huruf latin,
sedangkan ayah arai menulis dengan menggunakan huruf arab, bahkan tanda tangan
ayah arai menggunakan salah satu huruf arab.
Pada saat
pengambilan raport aku memakai baju berkantong empat, yang mana baju tersebut
memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan sampai sekarang.
UNSUR INTRINSIK
1. Tokoh
·
Ikal : baik hati, optimistis, pantang menyerah, penyukaBangRhoma
·
Arai : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin,pantangmenyerah
·
Jimbron : polos, gagap bicara, baik, sangat antusias padakuda
·
Pak Balia : baik, bijaksana, pintar
·
Pak Mustar : galak, pemarah, berjiwa keras
·
Ibu Ikal : baik, penuh kasih saying
·
Ayah Ikal : pendiam, sabar, penuh kasih sayang, bijaksana
2. Alur
·
Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur
maju danmundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulaikecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakanperistiwa waktu
kecil pada saat sekarang/dewasa.
3. Latar
·
Latar lokasi : Pulau MagaiBalitong, los pasar dan dermaga
pelabuhan, di gedung bioskop,di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor,
dan PulauKalimantan
4. Tema
·
persahabatan dan perjuangan dalam
mengarungikehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpiatau
pengharapan











0 komentar:
Posting Komentar